Sate loso adalah salah satu kuliner tertua di Pemalang. Namanya diambil dari sosok Bapak Loso, perantau asal Kudus yang sempat tinggal di Weleri, Kabupaten Kendal, sebelum akhirnya menetap dan berjualan di Pemalang.
Menurut sumber sejarah lokal, sate ini sudah ada sejak era penjajahan Belanda dan bertahan hingga sekarang, diteruskan turun-temurun oleh keturunan Bapak Loso.
Apa yang membedakan sate loso?
Ciri khasnya ada di bumbu kacang berwarna merah yang lembut, dibuat dari kacang halus dan cabai merah. Secara historis, daging yang dipakai adalah daging kerbau, meski kini banyak yang beralih ke daging sapi karena daging kerbau makin sulit didapat.
"Daging sate loso telah dibacem terlebih dahulu sebelum dibakar" — Disway Pekalongan
Proses pembaceman ini yang membuat bumbu meresap lebih dalam sebelum dagingnya dibakar. Penyajiannya biasanya dilengkapi sup daging dan tauge berkuah bening.
Warung sate loso di Pemalang
Berdasarkan direktori Jajanin per 2 September 2026, ada dua cabang warung sate loso yang tercatat.

Sate Loso Pak No Khas Pemalang
Berlokasi di Desa Kebondalem, Kecamatan Pemalang, warung ini menyajikan sate khas Pemalang dengan bumbu kacang atau kuah kari yang gurih.

Sate Loso Pak No Putri Khas Pemalang
Cabang lain berada di Desa Pelutan, masih di Kecamatan Pemalang, dengan menu dan konsep yang serupa.
Tips mencoba sate loso
- Kalau ingin merasakan versi otentik dengan daging kerbau, tanyakan dulu ke warungnya karena sebagian sudah beralih ke daging sapi.
- Sate ini biasanya disajikan hangat bersama sup daging dan tauge — jangan lupa pesan sebagai pelengkap.
- Jam buka dan harga bisa berbeda tiap cabang. Cek halaman pedagang di Jajanin sebelum berkunjung.
Pertanyaan seputar sate loso
Dari mana asal nama sate loso?
Nama ini diambil dari Bapak Loso, perantau asal Kudus yang mulai berjualan sate di Pemalang setelah sempat tinggal di Weleri, Kendal.
Apa bedanya sate loso dengan sate pada umumnya?
Daging sate loso dibacem lebih dulu sebelum dibakar, dan bumbu kacangnya berwarna merah karena dicampur cabai merah, berbeda dari sate biasa yang bumbunya lebih coklat.
Sejak kapan sate loso ada di Pemalang?
Menurut sumber sejarah lokal, sate loso sudah ada sejak era penjajahan Belanda dan terus diwariskan hingga generasi saat ini.
Baca juga
- Makanan Khas Pemalang: Ragam Kuliner Tradisional Daerah
- Kuliner Pemalang: Panduan Lengkap Tempat Makan dan Jajanan
- Nasi Grombyang Pemalang: Asal Usul dan Warung Rekomendasi
Punya warung sate yang belum terdaftar? Daftarkan di Jajanin.
Sumber dan kredit
Data pedagang: direktori Jajanin Pemalang, diakses 2 September 2026.
Sejarah dan asal-usul: Disway Pekalongan, "Sate Loso Pak No Khas Pemalang".
Hak cipta seluruh foto dalam artikel ini ada pada masing-masing pemilik usaha yang mengunggahnya ke Jajanin. Foto dimuat untuk keperluan pengenalan usaha mereka.
Terakhir diperbarui: 2 September 2026.
